Mencari Ketaqwaan dalam Sinar Kehambaan

Kamis, 19 Maret 2015

Ini Tentang Hati..



Ini tentang hati, tentang cinta dan harapan. Mungkin saat kalian berkata saya patah hati atau kalian mengatakan hati ini terluka, sesungguhnya hati kalian masih utuh dan tidak patah, bahkan mungkin tidak terluka. Gumpalan daging yang berisi darah itu masih berfungsi dan masih menjalankan tugasnya didalam tubuh anda. Lalu, apa yang terasa sakit itu? Apa yang terluka? Mengapa terasa begitu sakit?

            Didalam gumpalan daging berisi darah itu, ada yang namanya perasaan. Perasaan akan merasakan apa itu sakit, apa itu senang, apa itu sedih, dan apa itu cinta. disini, jari jemari saya akan menari dengan seiringnya perasaan saya. Apa yang saya rasakan, mungkin sama dengan apa yang kalian rasakan.

            Saat ini, saya sedang mencoba mencari cinta sejati. Kalian pernah mencarinya? Dimana kalian bisa mendapatkan itu? Tolong beritahu saya. Saya sudah cari kesana kemari namun tak satupun saya temukan. Dalam gelap saya mencoba untuk meraba, dimana cinta sejati itu berada. Namun, akhirnya saya bisa menemukannya. Cinta sejati dapat saya temukan pada saat saya sholat.

Percayalah,, sholat adalah salah satu bentuk rasa cinta kepada sang kholiq. Tuhan yang senantiasa mencintai kita, tanpa henti meminta kita untuk datang kepadaNya. Karna sesungguhnya Ia rindu pada kita yang dicintainya.

Pernahkah menemukan manusia yang senantiasa baik?? Yang akan memberikan segalanya kepada kalian?? Saya akan jamin kalian tidak pernah menemukannya.
Karna yang Maha baik Maha segalanya hanyalah Allah SWT. Yang mampu memberikan apa yang kita minta. Gak rugi kan mencintai ALLAH?? Bayangkan jika Ia tidak memberikan nafas. Apa kita masih bisa seperti sekarang? 

Satu hal yang masih saya ingat saat saya berada dititik paling lemah. Dimana tak satu orangpun dapat menolong. Saya tidak punya pegangan hidup. masalah demi masalah datang tanpa tau cara untuk mengatasinya, Tak tau lagi harus meminta pertolongan kepada siapa. Dan pada akhirnya saya mendapat sedikit hidayah untuk lebih dekat kepada Allah. Disana saya mencoba mendekatkan diri kepada Sang pemberi masalah, sang pemberi solusi dan sang pemberi rizky.

Saya berfikir bahwa siapa yang memberi cobaan itu?? siapa yang membuat kita pusing? Siapa yang membuat kita capek? Siapa yang membuat kita sedih? Siapa yang membuat kita bahagia?? Kenapa tak kau kembalikan semua itu kepada yang memberikannya. Pastilah Dia punya alasannya. 

Saat Dia beri masalah percayalah akan ada solusinya. Saat Dia beri kita capek percayalah akan ada hasil dr itu semua. Saat Dia beri kita kesedihan, percayalah akan ada makna dibalik kesedihan itu. PERCAYALAAH.. karna Iman artinya adalah percaya. 

Percaya bahwa Tuhan itu ada, percaya bahwa Tuhan itu satu, percaya bahwa tak ada yang lebih indah dari pada mencintai Tuhan, Allah SWT.

Kemudian saya mulai mencoba untuk mengembalikan semua itu kepadanya. Saya yakin saat Allah kasih saya masalah, itu artinya Allah rindu, rindu pada tangisan saya saat sujud, rindu pada desakan nafas saya saat membaca surat cinta dariNya. Rindu saat saya lebih mementingkan Dia dibanding apapun yang saya punya.
Atau mungkin Allah cemburu dengan saya yang mengabaikanNya. Saat itu saya percaya bahwa ALLAH sangat mencintai saya.
Cinta sejati saya. Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar