Sungguh, nikmat Allah
yang mana lagikah yang sanggup saya dustakan?
Salah satu kata yang
sering saya rasakan bisa membuat saya sadar bahwa ini adalah nikmat. Yaah..
sakit hati ini adalah nikmat. Luka itu nikmat, sedih itu nikmat.
Saat Allah memilih saya
harus meninggalkan dia demi Dia. Saat itu saya sadar bahwa Allah mengharuskan
saya untuk mencintaiNya dari pada mencintainya.
Kemudian saya mulai
berfikir, mungkin ada lagi nikmat Allah dibalik kesedihan dan luka ini. Saat
kemarin saya hanya memuja seseorang tanpa menyisakan rasa untuk sang Khalik,
saat kmarin saya lebih membuang uang saya untuk membeli pulsa telephone dari
pada membuang uang saya untuk bersedekah. Saat sering saya membaca ulang SMS
dan pesan dia dari pada membaca surat Cinta dari Allah. Saat ini saya mulai
berfikir,
Setelah tak ada lagi
SMS darinya, tak ada lagi suara indahnya, hikmah mulai terlihat.dibalik hati
yang teriris iris dan berdarah ini Allah hendak mengembalikan saya kepada
cintaNya. Apa ada cinta yang lebih indah dari pada cinta sang pemilik napas
ini? Tentu tidak ada.
Maka nikmat Allah yang
mana lagikah yang sanggup saya pungkiri?
Kini,saya lebih
menghayati dan memaknai arti kata sholat. Sholat adalah saat dimana kita
berbincang dengan Allah, maka pada saat saya sholat, saya akan berbicara kepada
Allah. Saya akan menceritakan apa yang saya rasakan, saya akan berterimakasih
kepadaNya karna telah memberikan luka yang membuat saya sadar, ini akan lebih
mendekatkan saya kepadaNya.
Satu hal yang selalu
saya ingat bahwa apa yang terjadi kepada saya adalah karna Allah sangat
mencintai saya. Allah memisahkan saya dari si dia karna memang cinta saya sudah
menjadi berhala. Allah tak ingin saya terlalu jauh tenggelam dalam dosa, Allah
hanya ingin saya mencintaiNya sahaja dulu.
Satu lagi, jangan
pernah membuat cinta ini BERHALA !
Saya sadar bahwa saya
terlalu sering melihat pintu yang tertutup, lalu manangisi kenapa pintu itu
tertutup,. Lalu saya menggedor-gedor sang penutup pintu agar mau membuka pintu
itu kembali, dan meraung-raung dibelakang pintu meratapi luka. Betapa bodohnya
saya.
Kebodohan yang lain
saat saya melupakan jendela-jendela yang terbuka lebar yang dapat membuat saya
melihat lebih luas sudut-sudut dunia yang lebih indah.
Ini yang dinamakan
menganggap cinta itu BERHALA
.
Kita tak perlu iri
dengan mereka yang bahagia, karna pasti meraka akan merasakan terluka. Dan kita
tak perlu takut menjadi seperti merka yang terluka, karna pasti kita akan merasakan
bahagia. Ingat, janji Allah itu pasti.