Mencari Ketaqwaan dalam Sinar Kehambaan

Sabtu, 17 Januari 2015

Lillah



Wajah adalah jendela hati, disana ada rasa. Kau percaya? Saat kita merasakan sesuatu wajah itu seakan bercerita, walaupun bibir kita tetap dalam keadaan diam. Jadi benar bukan bahwa wajah adalah jendela hati.

Untuk kesekian kalinya saya ingat dengan ucapan salah seorang guru ngaji saya. “wi,, km harus banyak senyum, karna senyum itu sebagian dari ibadah.” Mungkin kita bosan mendengar kata-kata itu. Tapi saya mencoba untuk tidak pernah bosan mendengarnya. Karna apa? Karna dengan mengingat itu, saya bisa membohongi perasaan saya.

Heey ingeet.. Senyum itu Ibadah! Tak henti-henti nya saya berkata. Dengan begitu, saya bisa selalu senyum. walau hati berkata aku lagi marah, Hey aku lagi sedih lhoo, ayolah expresinya mana? Aku lagi banyak masalah. Tapi wajah ku akan selalu melukiskan senyuman indah. Itulah caraku membohongi perasaanku. Demi satu kata “IBADAH”.

Lalu bagaimana caranya agar kita tetap dalam keadaan istiqomah, ga gampang jutek, dan ga gampang marah-marah. Selalu kita ingat bahwa HATI tetap akan ada yang menggerakkan. Entah itu marah, entah itu sedih, entah itu senang, entah itu bahagia. Satu tujuan kita, Lillah. Semua karna Allah. Ibadah karna Allah. Senyum karna Allah. Agar setiap hati dapat digerakan dengan cara Ikhlas, senyum dengan cara ikhlas, dan ibadah dengan cara ikhlas.

Apa kalian pernah merasa putus asa? Benci dengan keadaan yang membuat kita semakin bertambah putus asa. Apa kau pernah merasakan nya?
Sahabat saya berkata, Yaa saat ini saya merasakannya. Saya penat dengan keadaan ini, cobaan demi cobaan melanda saya. ini membuat saya semakin down. Saya benci dengan semuanya. Beban yang saya pikul serasa menghimpit saya perlahan, menjatuhkan saya dan membuat saya pingsan.
Itulaah,. Saat dimana Hati sedang dikendalikan dengan nafsu, nafsu untuk selalu mengeluh. Tenangkan hati, tenangkan fikiran, ingatlah Tuhanmu yang telah menciptakan langit dan bumi tenpat dimana kita berpijak, yang menghidupkan dengan menciptakan air. Tuhan tidak pernah mengajarkan kita mengeluh. Oleh karna nya Ia menciptakan seluruh isi dunia agar kita bersyukur.

Lihat air itu, apa ia pernah mengeluh? Ia selalu mengikuti arah arus berjalan.
Lihat burung itu, apa ia pernah mengeluh? Tak ada rizky hari ini akan ada rizky esok hari.
Tetap tersenyum kawan, selagi kita masih mampu untuk tersenyum. Bersyukurlah, karna apa yang terjadi saat ini, akan menjadi cerita pada esok hari. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar