Wajah adalah jendela
hati, disana ada rasa. Kau percaya? Saat kita merasakan sesuatu wajah itu
seakan bercerita, walaupun bibir kita tetap dalam keadaan diam. Jadi benar
bukan bahwa wajah adalah jendela hati.
Untuk kesekian kalinya
saya ingat dengan ucapan salah seorang guru ngaji saya. “wi,, km harus banyak
senyum, karna senyum itu sebagian dari ibadah.” Mungkin kita bosan mendengar
kata-kata itu. Tapi saya mencoba untuk tidak pernah bosan mendengarnya. Karna
apa? Karna dengan mengingat itu, saya bisa membohongi perasaan saya.
Heey ingeet.. Senyum
itu Ibadah! Tak henti-henti nya saya berkata. Dengan begitu, saya bisa selalu
senyum. walau hati berkata aku lagi marah, Hey aku lagi sedih lhoo, ayolah
expresinya mana? Aku lagi banyak masalah. Tapi wajah ku akan selalu melukiskan
senyuman indah. Itulah caraku membohongi perasaanku. Demi satu kata “IBADAH”.
Lalu bagaimana caranya
agar kita tetap dalam keadaan istiqomah, ga gampang jutek, dan ga gampang
marah-marah. Selalu kita ingat bahwa HATI tetap akan ada yang menggerakkan.
Entah itu marah, entah itu sedih, entah itu senang, entah itu bahagia. Satu
tujuan kita, Lillah. Semua karna Allah. Ibadah karna Allah. Senyum karna Allah.
Agar setiap hati dapat digerakan dengan cara Ikhlas, senyum dengan cara ikhlas,
dan ibadah dengan cara ikhlas.
Apa kalian pernah
merasa putus asa? Benci dengan keadaan yang membuat kita semakin bertambah
putus asa. Apa kau pernah merasakan nya?
Sahabat saya berkata, Yaa
saat ini saya merasakannya. Saya penat dengan keadaan ini, cobaan demi cobaan
melanda saya. ini membuat saya semakin down. Saya benci dengan semuanya. Beban yang
saya pikul serasa menghimpit saya perlahan, menjatuhkan saya dan membuat saya
pingsan.
Itulaah,. Saat dimana
Hati sedang dikendalikan dengan nafsu, nafsu untuk selalu mengeluh. Tenangkan
hati, tenangkan fikiran, ingatlah Tuhanmu yang telah menciptakan langit dan
bumi tenpat dimana kita berpijak, yang menghidupkan dengan menciptakan air.
Tuhan tidak pernah mengajarkan kita mengeluh. Oleh karna nya Ia menciptakan
seluruh isi dunia agar kita bersyukur.
Lihat air itu, apa ia
pernah mengeluh? Ia selalu mengikuti arah arus berjalan.
Lihat burung itu, apa
ia pernah mengeluh? Tak ada rizky hari ini akan ada rizky esok hari.
Tetap tersenyum kawan,
selagi kita masih mampu untuk tersenyum. Bersyukurlah, karna apa yang terjadi
saat ini, akan menjadi cerita pada esok hari. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar