Entah kenapa dari tadi
saya memikir kan satu kata ini. Jujur, saya tdk telalu mengerti dengan arti
kata fatamorgana itu. Yang ada difikiran saya adalah sebuah kata berarti tak
tampak. Dapat dilihat namun tak mampu disentuh, ia hanya mampu dinikmati namun
tak dapat dimiliki. Mampu meraba, namun tak mampu menyentuh. Yaah seperti
itulah Fatamorgana.
Cinta pun dapat berarti
fatamorgana,
Saya pernah merasakan
mencintai tanpa memiliki, merasakan tanpa dirasakan, menyentuh tanpa disentuh,
membayangkan tanpa dibayangkan. Saya pernah berada disana, dengan serpihan hati
yang seakan tak mampu saya satukan lagi.
Malam ini, saya ingin
mengungkapkan apa yang saya rasakan. Lewat tuts leptop ini jari jemari saya
mulai mencoba menari. Saya, orang yang saat ini anda lihat menulis tulisan yang
anda baca adalah orang yang sangat bodoh. Kau tau? Sangat bodoh. Iya, saya memang bodoh. Mungkin itu yang pantas saya
ucapkan disini.
Betapa bodohmya saya
menunggu, betapa bodohnya saya mencinta, betapa bodohnya saya setia, sedangkan
begitu banyak mawar-mawar itu bermekaran.begitu banyak orang yang lebih
memperjuangkan saya dari pada orang yang saya tunggu. Saya memang bodoh. Maafkan
saya.
Siapapun yang mencintai
saya, terimakasih banyak. Saya menghargai perjuangan kalian. Tapi saya masih
mengharap dipersatukan kembali dengan seorang pria yang dulu pernah menjadi
bagian hidup saya. pria yang sangat saya bangga2kan saat itu. Saya masih
mengharapkan dia. Maafkan saya.
Selama ini saya mencoba
untuk melupakan dan membuat semuanya baik-baik saja. Tapi, semua itu malah membuat
saya semakin tersiksa. Entah apa yang saya rasakan, saya begitu sangat
mencintainya, rasa memiliki itu sangat kuat, sehingga untuk menolehpun saya tak
sanggup. Maafkan saya
Ini memang bukan
sesuatu yang besar, tapi ini mengajarkan saya banyak hal. saya belajar untuk
menahan nafsu dunia saat saya mencintainya. Saya belajar indah nya mencintai
dalam diam seperti yang dikatakan kebanyakan orang.
Saat saya mencintainya,
saya sadar bahwa tak ada cinta yang abadi selain cinta kepada Allah. Maka dari
itu saya diam, agar saya semakin yakin bahwa tak ada makhluk yang mampu membuat
saya merasa tenang kecuali Allah.
Dengan mencintai Allah
maka cinta kita tidak akan bertepuk sebelah tangan. Seperti itulah saya
menyikapinya. Kalimat “saya mencintaimu karna Allah” pun sudah tak lagi saya
ucapkan. Karna saat ini, saya benar-benar memperaktekan itu semua.
Dengan cara inilah saya
mencintaimu karna Allah. dengan cara menjadi silent lover lah Allah ridha
dengan perasaan kita.
Wahai nama indah yang
masih melekat dalam hatiku,, aku
mencintaimu. Semoga Allah ridha dengan caraku mencintaimu. Kamu tidak
perlu tahu, kamu hanya perlu merasakannya, dalam mimpimu, dalam lamunanmu,
dalam sholatmu, dalam dzikirmu. Kau hanya perlu merasakan bahwa ada seseorang
yang sampai saat ini merindukanmu. Karna Allah masih memberikan rasa rindu itu kpd ku..