Bismillahirahmaniahim..
Izinkan saya mengawali
tulisan ini dengan basmallah.
Saya sangat rindu pada
ucapan itu. kau tau? Akhir-akhir ini hati saya sangat keras. Saya sudah tak
lagi rindu pada Allah. Sehingga mengucapkan basmallah pun mungkin sudah tak
lagi saya hayati. Astaghfirullah.. maafkan saya ya Allah.
Hari itu, saya menjadi
sangat liar. Hati saya sudah dikendalikan oleh syetan. Heeyy kemana saya yang
dulu?? Knapa semuanya menjadi sangat complicated !
Saya merasakan menjadi
orang yang sangat liar, kasar, keras. Sampai saya tdk bisa mengendalikan diri
saya sendiri. Karena apa? Karna hati saya sudah dikendalikan oleh syetan. Syetan
yang terkutuk itu! berkali-kali saya
memberontak untuk mengeluarkan syetan itu dari tubuh sya, tapi jimat saya
kurang kuat. Subhanallah.. saya benci pada hari itu.
Wajah saya mungkin tak
lagi bersinar, hati saya kotor, mulut sya tajam. Tak seperti saya yang
biasanya. Taukah kenapa semua itu terjadi?
Saya hanya kesal dengan
diri saya sendiri karena tidak bisa membeci seseorang yang saya cintai. Hanya itu!
bodoh kan? Iyah, saya memang bodoh.
Tak seharusnya saya
bersikap seperti ini, membeci Tuhan karna tdk bisa membantu saya membenci dia. Menyalahkan
Tuhan yang saya yakini dapat membolak-balikan hati, namun tak mampu berbuat apa
yang saya minta. Astaghfirullahaladzim.. maafkan saya yaa Allah.
Jika waktu dapat saya
putar, mungkin saya akan memperbaiki hari itu. memberikan kesempatan malaikat
yang ada di sebelah kiri saya merobek lembaran kisah pada hari itu.
Tapi,, waktu tak akan
pernah berhenti, detik tak kan lagi kembali. Tangisan saya hari ini hanya akan menjadi
nyanyian yang mengiringi perjalanan hidup, yang mungkin akan saya jalani sampai
mati. Namun, takakan saya biarkan tangisan itu terus menerus mengiringi langkah
kaki saya, mungkin ada yang namanya tawa,senyum,bahagia yang akan menjadi
pelengkap perjalanan hidup saya.
Sekarang saya mulai
sadar, entah dari mana datangnya cahaya itu, yang jelas saat ini saya mulai
menangis untuk dosa-dosa saya. bukan lagi menangis karna sang adam yang tak
kunjung datang.
Saya bahagia, karna
tangisan itu adalah tangisan ketaatan saya kepada Allah, kerinduan saya kepada
Muhammad. Adakah yang lebih indah dari itu semua? saya rasa tidak ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar