Mencari Ketaqwaan dalam Sinar Kehambaan

Sabtu, 21 Februari 2015

BOLEHKAH WAKTU SAYA ULANG KEMBALI ??



Bismillahirahmaniahim..
Izinkan saya mengawali tulisan ini dengan basmallah.

Saya sangat rindu pada ucapan itu. kau tau? Akhir-akhir ini hati saya sangat keras. Saya sudah tak lagi rindu pada Allah. Sehingga mengucapkan basmallah pun mungkin sudah tak lagi saya hayati. Astaghfirullah.. maafkan saya ya Allah.

Hari itu, saya menjadi sangat liar. Hati saya sudah dikendalikan oleh syetan. Heeyy kemana saya yang dulu?? Knapa semuanya menjadi sangat complicated !

Saya merasakan menjadi orang yang sangat liar, kasar, keras. Sampai saya tdk bisa mengendalikan diri saya sendiri. Karena apa? Karna hati saya sudah dikendalikan oleh syetan. Syetan yang terkutuk itu!  berkali-kali saya memberontak untuk mengeluarkan syetan itu dari tubuh sya, tapi jimat saya kurang kuat. Subhanallah.. saya benci pada hari itu.

Wajah saya mungkin tak lagi bersinar, hati saya kotor, mulut sya tajam. Tak seperti saya yang biasanya. Taukah kenapa semua itu terjadi?

Saya hanya kesal dengan diri saya sendiri karena tidak bisa membeci seseorang yang saya cintai. Hanya itu! bodoh kan? Iyah, saya memang bodoh.

Tak seharusnya saya bersikap seperti ini, membeci Tuhan karna tdk bisa membantu saya membenci dia. Menyalahkan Tuhan yang saya yakini dapat membolak-balikan hati, namun tak mampu berbuat apa yang saya minta. Astaghfirullahaladzim.. maafkan saya yaa Allah.

Jika waktu dapat saya putar, mungkin saya akan memperbaiki hari itu. memberikan kesempatan malaikat yang ada di sebelah kiri saya merobek lembaran kisah pada hari itu.

Tapi,, waktu tak akan pernah berhenti, detik tak kan lagi kembali. Tangisan saya hari ini hanya akan menjadi nyanyian yang mengiringi perjalanan hidup, yang mungkin akan saya jalani sampai mati. Namun, takakan saya biarkan tangisan itu terus menerus mengiringi langkah kaki saya, mungkin ada yang namanya tawa,senyum,bahagia yang akan menjadi pelengkap perjalanan hidup saya.

Sekarang saya mulai sadar, entah dari mana datangnya cahaya itu, yang jelas saat ini saya mulai menangis untuk dosa-dosa saya. bukan lagi menangis karna sang adam yang tak kunjung datang.

Saya bahagia, karna tangisan itu adalah tangisan ketaatan saya kepada Allah, kerinduan saya kepada Muhammad. Adakah yang lebih indah dari itu semua? saya rasa tidak ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar