Mencari Ketaqwaan dalam Sinar Kehambaan

Selasa, 03 Februari 2015

Mencari kepingan Hati



Disini.. dikeheningan malam ini saya menangis, saya kembali menangis tanpa sebab. Betapa bodohnya saya. apa yang saya fikirkan saat ini? Saya merindukanmu. Iya.. sangat merindukanmu.

saya rindu saat mengingat senyum indahmu, saat mengingat suara lembutmu, apa yang saya lakukan? Sampai saat ini pun saya tak pernah tau perasaanmu lagi saat terakhir kali kau ucapkan tak ingin menjagaku kembali. Apa kau masih merasakan hal yang sama? 

Jujurr.. saat ini perasaan ku masih sama. Aku mencintaimu. Apa aku salah? Jika aku salah tolong ingatkan aku. Sampai saat ini pun jua aku tak mengerti kenapa kau lakukan itu padaku. Meninggalkanku dengan sejuta harap, berkata yang aku tak mengerti apa arti itu semua. Membuat otakku tak terkendali sampai tubuhku kering tak bertulang, lemas.

Saat itu aku fikir aku hanya mimpi, yaah ini hanya mimpi. Aku hanya berada dalam mimpi panjang yang membuat aku ingin segera bangun. Tapi.. apa yang aku fikirkan hanyalah sebuah pemikiran kosong. Mimpi itu tidak ada, aku tidak bermimpi. Tuhan.. aku tak sanggup menceritakan semua ini.
Berkali-kali aku mencoba untuk ikhlas, tegar saat dia masih mencoba menghubungiku. Menganggap semua nya baik-baik saja, menganggap masa lalu hanyalah sebuah masa lalu, yang mungkin memang harus dilupakan, menjalin hubungan baru tanpa sttus apaapun. Bercanda kembali dengan sedikit jarak, dan berfikir bahwa okee saya bukan siapa-siapa.

Tapi.. ini membuat saya harus membohongi perasaan saya.
Terlebih saat perhatian itu muncul kembali, pelukan itu mendarat kembali, seakan saya benar-benar merasakan pelukan itu. dan tak terasa air mata mengalir..
Disinilah.. dimana saya ingin berkata hal yang sama seperti dulu. saat tak ada gengsi untuk berkata aku sayang kamu.

Aku rindu kamu,
Mungkin sekarang km sudah asik dengan kehidupanmu, sehingga susah untuk mengingatku dan memberi kabar kepadaku. 

Aku akan selalu mendoakan mu, wahai sesiapa yang dulu pernah menjadi bagian dari hidupku. agar apa yang kau cita-citakan dapat terwujud. Aku akan terus berdoa sampai mungkin, suatu saat nanti Allah memberikan jodoh kepada mu dan itu bukan aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar