Ini tentang hati, tentang cinta dan harapan.
Mungkin saat kalian berkata saya patah hati atau kalian mengatakan hati ini
terluka, sesungguhnya hati kalian masih utuh dan tidak patah, bahkan mungkin
tidak terluka. Gumpalan daging yang berisi darah itu masih berfungsi dan masih
menjalankan tugasnya didalam tubuh anda. Lalu, apa yang terasa sakit itu? Apa
yang terluka? Mengapa terasa begitu sakit?
Didalam gumpalan daging berisi darah
itu, ada yang namanya perasaan. Perasaan akan merasakan apa itu sakit, apa itu
senang, apa itu sedih, dan apa itu cinta. disini, jari jemari saya akan menari
dengan seiringnya perasaan saya. Apa yang saya rasakan, mungkin sama dengan apa
yang kalian rasakan.
Saat ini, saya sedang mencoba
mencari cinta sejati. Kalian pernah mencarinya? Dimana kalian bisa mendapatkan
itu? Tolong beritahu saya. Saya sudah cari kesana kemari namun tak satupun saya
temukan. Dalam gelap saya mencoba untuk meraba, dimana cinta sejati itu berada.
Namun, akhirnya saya bisa menemukannya. Cinta sejati dapat saya temukan pada
saat saya sholat.
Percayalah,,
sholat adalah salah satu bentuk rasa cinta kepada sang kholiq. Tuhan yang
senantiasa mencintai kita, tanpa henti meminta kita untuk datang kepadaNya.
Karna sesungguhnya Ia rindu pada kita yang dicintainya.
Pernahkah
menemukan manusia yang senantiasa baik?? Yang akan memberikan segalanya kepada
kalian?? Saya akan jamin kalian tidak pernah menemukannya.
Karna
yang Maha baik Maha segalanya hanyalah Allah SWT. Yang mampu memberikan apa
yang kita minta. Gak rugi kan mencintai ALLAH?? Bayangkan jika Ia tidak
memberikan nafas. Apa kita masih bisa seperti sekarang?
Satu
hal yang masih saya ingat saat saya berada dititik paling lemah. Dimana tak
satu orangpun dapat menolong. Saya tidak punya pegangan hidup. masalah demi
masalah datang tanpa tau cara untuk mengatasinya, Tak tau lagi harus meminta
pertolongan kepada siapa. Dan pada akhirnya saya mendapat sedikit hidayah untuk
lebih dekat kepada Allah. Disana saya mencoba mendekatkan diri kepada Sang
pemberi masalah, sang pemberi solusi dan sang pemberi rizky.
Saya
berfikir bahwa siapa yang memberi cobaan itu?? siapa yang membuat kita pusing?
Siapa yang membuat kita capek? Siapa yang membuat kita sedih? Siapa yang
membuat kita bahagia?? Kenapa tak kau kembalikan semua itu kepada yang
memberikannya. Pastilah Dia punya alasannya.
Saat
Dia beri masalah percayalah akan ada solusinya. Saat Dia beri kita capek
percayalah akan ada hasil dr itu semua. Saat Dia beri kita kesedihan,
percayalah akan ada makna dibalik kesedihan itu. PERCAYALAAH.. karna Iman
artinya adalah percaya.
Percaya
bahwa Tuhan itu ada, percaya bahwa Tuhan itu satu, percaya bahwa tak ada yang
lebih indah dari pada mencintai Tuhan, Allah SWT.
Kemudian
saya mulai mencoba untuk mengembalikan semua itu kepadanya. Saya yakin saat
Allah kasih saya masalah, itu artinya Allah rindu, rindu pada tangisan saya
saat sujud, rindu pada desakan nafas saya saat membaca surat cinta dariNya.
Rindu saat saya lebih mementingkan Dia dibanding apapun yang saya punya.
Atau
mungkin Allah cemburu dengan saya yang mengabaikanNya. Saat itu saya percaya
bahwa ALLAH sangat mencintai saya.
Cinta
sejati saya. Allah SWT.